![]() |
| Lahan penelitian yang dikelola MTs Tarbiyatul Banin Winong terkait efektivitas penggunaan pupuk hayati. (MTS TARBIYATUL BANIN PATI UNTUK RADAR KUDUS) |
PATI - Penelitian tentang pertanian berkelanjutan dengan menggunakan pupuk hayati berhasil dilakukan kelas riset MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong.
Kiswanti guru pembimbing kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin mengaku penelitian yang dilakukan berlangsung sekitar dua tahunan ini.
Anak-anak diajak langsung membuat pupuk hayati secara langsung, memanfaatkan mikoorganisme lokal.
Penelitian tersebut semakin intens dilakukan setahun belakangan. Hasilnya cukup baik dan disambut antusias sejumlah petani di lingkungan sekitar, sudah ada 5 – 6 petani yang memakai pupuk hayati.
“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkapnya.
Penelitian ini difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian utama: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen.
![]() |
| Siswa-siswi di MTs Tarbiyatul Banin Winong Pati saat proses pembuatan pupuk hayati. |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu meningkatkan hasil panen petani di wilayah tersebut dengan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” imbuh guru mata pelajaran IPA Nailin Asfiah.
Penelitian ini mendapat sambutan positif dari petani. Hal itu seperti diungkapkan Ketua kelompok tani Wangan Golek, Agus Halim.
Ia menilai bahwa keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting untuk menjamin masa depan ketahanan pangan.
“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujar Agus Halim.
Respon petani terhadap pupuk hayati, termasuk Kompos Plus dan POC (Pupuk Organik Cair), cukup positif.
Beberapa petani telah mencoba menggunakannya, namun ada tantangan dalam masa transisi dari pupuk kimia ke pupuk hayati.
Keterangan: Dimuat pada hari - Senin, 3 Maret 2025 | 07:00 WIB

