MA BANIN - Langit senja di Khayangan Rooftop Café Pati pada Jumat sore, 21 Maret 2025, menjadi saksi momen penuh makna. Ratusan siswa-siswi kelas 12 dan guru dari MA Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati berkumpul dalam acara “Smartfren Goes to School”. Di tengah suasana Ramadhan yang khidmat, acara ini tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga wadah edukasi yang menggugah semangat generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara bijak.
AI Sebagai Ladang Amal: Gagasan yang Menginspirasi
Acara dimulai pukul 16.30 WIB dengan talkshow bertema “AI Sebagai Ladang Amal Bagi Muslim”. Tema ini menyentuh gagasan segar tentang bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi sarana untuk menebar kebaikan. Diskusi berlangsung hangat, dengan peserta aktif bertanya dan berbagi pandangan. Salah satu narasumber menyampaikan, “Teknologi AI bukan hanya alat modern, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk berbuat baik, seperti menyebarkan informasi positif atau membantu sesama.”
Pernyataan tersebut seolah membuka wawasan baru bagi para siswa tentang bagaimana teknologi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai spiritual. Dalam konteks pendidikan berbasis riset dan tahfid, pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an atau analisis data pendidikan menjadi relevan. Tanpa disadari, diskusi ini mengajak peserta untuk berpikir lebih luas tentang potensi teknologi sebagai alat dakwah sekaligus pengembangan ilmu pengetahuan.
Kuis Interaktif dan Kebersamaan yang Menggembirakan
Suasana semakin hidup ketika Smartfren menggelar kuis interaktif. Siswa-siswi berlomba menjawab pertanyaan dengan penuh semangat demi mendapatkan hadiah menarik seperti kaos, notebook, dan merchandise eksklusif. Tidak hanya itu, Smartfren juga memberikan paket kuota internet sebesar 5 GB secara cuma-cuma kepada seluruh peserta.
“Acara ini benar-benar menyenangkan sekaligus bermanfaat. Kami belajar banyak tentang teknologi sambil menikmati kebersamaan,” ujar salah satu siswa dengan senyum lebar. Kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi cara untuk mengasah kemampuan berpikir kritis siswa—sebuah keterampilan yang penting dalam lingkungan sekolah berbasis riset seperti MA Tarbiyatul Banin.
Komitmen Smartfren terhadap Pendidikan
Melalui program “Smartfren Goes to School”, perusahaan telekomunikasi ini menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan. Acara ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda agar bijak memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. “Kami percaya bahwa teknologi bisa menjadi alat untuk membangun karakter positif jika digunakan dengan benar,” kata perwakilan Smartfren.
Di tengah pesatnya perkembangan zaman, langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pendidikan yang relevan dan bermakna. Dalam konteks sekolah tahfid yang mengintegrasikan teknologi modern dengan pembelajaran Al-Qur’an, program seperti ini dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara spiritual.
Menutup Hari dengan Kebersamaan
Acara ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Langit senja yang indah di Khayangan Rooftop Café menjadi saksi kebersamaan antara peserta dan penyelenggara. Momen ini seolah menegaskan bahwa teknologi dan spiritualitas bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dapat saling melengkapi dalam membentuk karakter generasi masa depan.
Inisiatif seperti “Smartfren Goes to School” adalah contoh nyata bagaimana pendidikan dapat dirancang untuk mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai luhur agama. Di balik keseruan acara, tersirat pesan penting: bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan demi kebaikan bersama—sebuah prinsip yang sejalan dengan visi sekolah berbasis riset dan tahfid seperti MA Tarbiyatul Banin.
Jurnalis: Faroh
Penyelaras: Mas Kim
Fotografer: Alfi
