Peneliti: Gadis Oktavia Ilrosa, Choirul Anam Alfathoni, Baihaqi Dafa Lainufar
Instansi: MTs Tarbiyatul Banin Winong, Pati, Jawa Tengah
Guru Pembimbing: Nailin Asfiyah, S.Pd
Pendahuluan
Mikroorganisme lokal memiliki peran penting dalam meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Dua jenis cendawan yang sering dimanfaatkan dalam pertanian adalah mikoriza dan Trichoderma. Mikoriza membantu tanaman dalam penyerapan unsur hara, sementara Trichoderma dikenal sebagai agen hayati yang mampu mengendalikan patogen tanah. Aktivasi mikroorganisme lokal dari tanah di sekitar perakaran bambu menjadi solusi alami dan mudah dilakukan oleh petani.
Bahan dan Alat
- Satu genggam tanah dari sekitar perakaran pohon bambu
- Satu genggam nasi dingin
- Daun pisang secukupnya
- Satu genggam daun bambu dan akar bambu
- Kotak plastik berukuran sedang dengan penutup
Metode Pembuatan
- Siapkan kotak plastik yang bersih dan kering.
- Letakkan daun pisang sebagai pelapis dasar di bagian bawah kotak.
- Masukkan tanah dari sekitar perakaran pohon bambu atau campuran daun dan akar bambu.
- Lapisi dengan daun pisang yang telah dirajang memanjang.
- Tambahkan satu genggam nasi dingin di atas lapisan tersebut.
- Tutup kembali dengan daun pisang sebagai penutup bagian atas.
- Tutup rapat kotak plastik dan biarkan selama satu minggu di tempat teduh.
Identifikasi Aktivasi Mikroorganisme Lokal
Setelah satu minggu, cek kondisi dalam kotak plastik. Jika aktivasi berhasil, akan muncul:
- Cendawan mikoriza berwarna putih dengan tifa memanjang.
- Cendawan Trichoderma berwarna hijau yang menandakan keberadaan jamur antagonis terhadap patogen tanaman.
Tanda Aktivasi Gagal
- Jika muncul jamur berwarna hitam, maka proses aktivasi tidak berhasil. Hal ini bisa disebabkan oleh kontaminasi atau kelembaban yang berlebihan.
Kesimpulan
Metode sederhana ini dapat digunakan untuk mengaktifkan mikroorganisme lokal yang bermanfaat bagi pertanian. Dengan pemanfaatan cendawan mikoriza dan Trichoderma, petani dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit serta meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi secara alami. Proses ini juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pertanian yang lebih berkelanjutan tanpa ketergantungan pada bahan kimia sintetis.


.jpeg)
