Laporan Penelitian Tahap Awal: Budidaya Tomat dan Kol dengan Pupuk Cair Asam Amino

Daun dan Biji
0

Pendekatan Etnografi Pertanian dan Kearifan Lokal Petani Sleman

Pendahuluan

Di Bulak Lor Ngerangan, Sleman, Yogyakarta, geliat inovasi pertanian tumbuh dari semangat petani lokal dalam menjaga tradisi sekaligus merespons tantangan zaman. Salah satu upaya tersebut tampak dalam demplot uji coba budidaya tomat dan kol menggunakan pupuk cair asam amino, yang menjadi bagian dari riset kolaboratif antara peneliti dan petani setempat. Penelitian ini tidak sekadar menguji efektivitas pupuk organik, tetapi juga menyoroti kearifan lokal petani dalam mengelola lahan secara lestari dan ramah lingkungan.

Deskripsi Lokasi dan Subjek

Demplot penelitian terletak di lahan pertanian milik Mas Heri, seorang petani muda yang dikenal aktif mengembangkan inovasi di komunitasnya. Mas Heri menanam 150 batang tomat varietas Raja Seed dan 150 batang kol putih. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran bersama, di mana petani lain turut serta mengamati dan berdiskusi mengenai teknik budidaya organik yang diterapkan.

Kearifan Lokal dalam Praktik Pemupukan

Petani di Sleman memiliki tradisi panjang dalam memanfaatkan bahan-bahan alami untuk menunjang kesuburan tanah. Penggunaan pupuk cair asam amino, yang diformulasi dari bahan organik, merupakan kelanjutan dari kebiasaan mereka membuat pupuk kandang, kompos, dan bioaktivator sendiri. Dalam penelitian ini, Mas Heri mengombinasikan 50 gram NPK Grower 25 7 7 dan 150 ml Bio Combine asam amino untuk 300 tanaman, diaplikasikan satu kali pada fase awal pertumbuhan.

Kearifan lokal juga tampak dalam cara mereka mengamati kebutuhan tanaman. Petani tidak hanya mengandalkan takaran kimia, tetapi juga membaca tanda-tanda visual pada daun, batang, dan kondisi tanah. Mereka percaya bahwa tanaman yang tumbuh sehat tanpa ketergantungan pestisida kimia akan menghasilkan panen yang lebih aman dikonsumsi dan menjaga ekosistem sawah.

Pengendalian Hama Berbasis Tradisi

Hingga usia 14 hari setelah tanam, pengendalian hama dilakukan secara preventif tanpa pestisida sintetis. Petani mengandalkan “jempol pestisida”—mengambil ulat atau hama lain secara manual. Cara ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk penghormatan terhadap keseimbangan hayati yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Pengamatan rutin menjadi kunci, dan diskusi di antara petani mengenai temuan di lapangan memperkuat solidaritas dan transfer pengetahuan lokal.

Hasil Awal dan Refleksi Petani

Pada fase awal, tingkat mortalitas tanaman sangat rendah: hanya dua batang kol dan tiga batang tomat yang perlu disulam. Rata-rata tinggi tanaman tomat pada usia 14 hari mencapai 25–30 cm, sesuai standar pertumbuhan optimal. Hasil ini membuat petani semakin yakin bahwa pendekatan organik berbasis kearifan lokal mampu bersaing dengan metode konvensional, bahkan menawarkan keunggulan dari sisi keberlanjutan dan kesehatan lingkungan[1].

Penutup

Penelitian tahap awal ini menunjukkan bahwa integrasi pupuk cair asam amino dengan kearifan lokal petani Sleman mampu mendukung pertumbuhan tanaman sayuran secara optimal. Lebih dari sekadar data agronomis, keberhasilan ini menegaskan pentingnya mempertahankan tradisi dan nilai-nilai lokal dalam inovasi pertanian. Petani bukan sekadar penerima teknologi, melainkan subjek aktif yang terus memperkaya pengetahuan melalui praktik dan dialog dengan alam.


[2] https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1673985/000167398525000065/asix-20250331.htm
[3] https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1673985/000167398525000011/asix-20241231.htm
[4] https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1421461/000142146125000005/ipi-20241231.htm
[5] https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/909037/000090903725000020/sqm-20241231.htm
[6] http://etheses.uin-malang.ac.id/43424/1/200602210003.pdf
[7] https://lkk.undana.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/Buku-Digital-Buku-Ajar-Budaya-Lahan-Kering-Kepulauan-dan-Pariwisata.pdf
[8] https://repository.unja.ac.id/59310/1/Artikel.pdf
[9] http://sialim.radenfatah.ac.id/storage/C9_9.1_1_DATA%20JURNAL%20PENELITIAN%20TIDAK%20TERAKREDITASI%202020-2023.pdf
[10] https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1376139/000137613925000008/cvi-20241231.htm
[11] https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1499505/000149950525000006/agro-20241231.htm
[12] https://repository.stikespersadanabire.ac.id/assets/upload/files/docs_1675387469.pdf
[13] https://faperta.ulm.ac.id/id/wp-content/uploads/2018/09/Buku-Abstrak_FKPTPI-2018_Final.pdf
[14] https://lppm.unila.ac.id/wp-content/uploads/2024/04/Penerima-Hibah-Penelitian-dan-Pengabdian-Kepada-Masyarakat-LPPM-T.A-2024.pdf
[15] https://patpi.or.id/wp-content/uploads/2023/01/PATPI_Inovasi-Teknologi-Pangan.pdf

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)